BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Wirausaha
merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan
untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi,
menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Dalam menjalankan suatu
usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :
1. Skill (kemampuan)
Seorang
pelaku usaha harus memiliki skill (kemampuan) untuk berwirausaha karena tanpa
skill (kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha dan
skill (kemampuan) ini adalah modal utama yang harus dimiliki dalam
berwirausaha.
2. Tekad (kemauan)
Apabila
seorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan
yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan
sia-sia karena tidak dapat tersalurkan.
3. Modal
Modal
merupakan aspek yang sangat menunjang dalam hal memulai dan menjalankan suatu
usaha disamping mempunyai skill dan tekad.
4. Target dan Tujuan
Seorang
pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan
target dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak
direncanakan maka usaha yang dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.
5. Tempat
Tempat
berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki karena sangat menunjang dalam
hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan pertimbangan oleh konsumen
mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.
B. Tujuan
Adapun
tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai contoh inspirasi dalam memulai suatu usaha baru
b. Sebagai tolak ukur jika mau memulai berwirausaha
c. Menjadi gambaran dalam berwirausaha bagi pemula wirausaha
d. Mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa
e. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
BAB
II
A. Sejarah Singkat
Achmad
Zulfikar adalah putra dari Bapak Suherman dan Ibu Juati. Anak ketiga dari empat
bersaudara ini berusia 27 tahun memiliki seorang istri yang bernama Putri
Karina dan seorang putra bernama Achmad Nawawi Faturahman. Panggilan akrabnya
adalah Aa Fikar. Dahulu ia tinggal bersama orangtuanya di daerah Tamanasari Jl.
Mangga Besar IV K Jakarta Barat. Setelah menikah ia tinggal bersama istri dan
anaknya di daerah krukut Jl. Thalib 3 Dalam No.4a Rt.004/Rw.05 Tamansari
Jakarta Barat.
Aa Fikar
ini dulunya pernah bekerja di sebuah restaurant, namun karena banyaknya
kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keluarganya, gaji yang beliau dapatkan
tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Untuk itulah beliau memulai berwirausaha
kecil-kecilan dirumahnya dengan menjual sosis bakar,ice bubble dan makanan
lainnya. Usaha beliau sempat berhenti karena beliau ingin lebih fokus mengurusi
istrinya yang sedang hamil.
Setelah
kelahiran putra pertamanya, beliau berhenti menjadi karyawan di restaurant
tempat ia bekerja, kini ia memulai membuka usaha barunya yaitu “ANAWFATH CAFE”
. Nama tersebut diambil dari nama putra pertamanya, usaha ini masih dibilang
baru dan kecil-kecilan,dengan tekad dan kesungguhan beliau memulai usahanya,
diharapkan usaha ini semkin berkembang dan lebih maju lagi.
Landasan
Trori
1. Inti
dan Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan
(Suryana: 2003) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar,
kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari
kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
(create new and different) melalui berfikir kreatif dan inovatif. Suryana
(2003) mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam
menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan
cara-cara baru dan berbeda melalui :
1.
Pengembangan teknologi baru
2.
Penemuan pengetahuan ilmiah baru
3.
Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
4.
Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber
daya lebih efisien Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru
dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang. Sedangkan
inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan
masalah dan menemukan peluang. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk
memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan
untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.
2. Jiwa
dan Sikap Kewirausahaan
Meredith
et al.. (2002), mengemukakan nilai hakiki penting dari wirausaha
adalah:
1.
Percaya diri (self confidence)
Merupakan
paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan,
yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak ditentukan oleh
kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan.
Kepercayaan diri akan mempengaruhi gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas,
keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya. Kunci keberhasilan
dalam bisnis adaalh untuk memahami diri sendiri. Oleh karena itu wirausaha yang
sukses adalahwirausaha yang mandiri dan percaya diri.
2.
Berorientasi tugas dan hasil
Seseorang
yang selalu mengutamakan tugas dan hasil, adalah orang yang selalu mengutamakan
nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja
keras. Dalam kewirausahaan peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif.
Perilaku inisiatif biasanya diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman
bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin diri,
berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi.
3.
Keberanian mengambil risiko
Wirausaha
adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk
mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang.
Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan
menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pada situasi ini ada
dua alternatif yang harus dipilih yaitu alternatif yang mengangung risiko dan
alternatif yang konservatif . Pilihan terhadap risiko tergantung pada :
a.
Daya tarik setiap alternatif
b.
Kesediaan untuk rugi
c.
Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal
Selanjutnya
kemampuan untuk mengambil risiko tergantung dari :
a.
Keyakinan pada diri sendiri
b.
Kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan
kemungkinan untuk memperoleh keuntungan
c.
Kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realitis
4.
Kempemimpinan
Seorang
wirausaha harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, keteladanan. Ia
selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi
pelopor baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Dan selalu memanfaatkan
perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai.
5.
Berorientasi ke masa depan
Wirausaha
harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya dengan
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada
sekarang.
2.
Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi
Wirausaha
yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri :
a.
Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini,
meskipun cara tersebut cukup baik
b.
Selalu menuangkan imajinasi dalaam pekerjaannya
c.
Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan
Kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir
sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.
Menurut
Everett E. Hagen ciri-ciri innovational personality sebagai berikut :
a.
terbuka terhadap pengalaman
b.
memiliki kemampuan untuk bekerja dengan penuh imajinasi
c.
memiliki keyakinan atas penilaian dirinya dan teguh pendirian
d.
selalu memiliki kepuasan dalam menghadapi dan memecahkan persoalan
e.
Has a duty or responsibility to achieve, memiliki tugas dan rasa
tanggung jawab untuk berprestasi
f.
memiliki kecerdasan dan energik
Sedangkan
menurut Alma (2003), jalan menuju wirausaha sukses adalah :
·
mau kerja keras
·
bekerjasama
·
penampilan yang baik
·
yakin
·
pandai membuat keputusan
·
mau menambah ilmu pengetahuan
·
ambisi untuk maju
·
pandai berkomunikasi
Proses
kreatif dan inovatif (Suryana: 2003) hanya dilakukan oleh orangorang yang
memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
a.
Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
b.
Berinisiatif (energik dan percaya diri)
c.
Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke
depan)
d.
Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani
mengambil resiko dengan penuh perhitungan) dan Suka tantangan.
Faktor
pribadi yang mempengaruhi kewirausahaan : motif berprestasi, komitmen,
nilai-nilai pribadi, pendidikan dan pengalaman. Sedangkan dari faktor
lingkungan adalah peluang, model peran dan aktivitas.
3.
Kompetensi Kewirausahaan
Wirausaha
yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu :
seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu
yang meliputi sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan
yang harus dimiliki Suryana (2003) :
a.
Managerial skill
b.
Conceptual skill
c.
Human skill (keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi dan
berelasi)
d.
Decision making skill (keterampilan merumuskan masalah dan
mengambil keputusan)
e.
Time managerial skill ( keterampilan mengatur dan menggunakan
waktu) Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan
individu yang langsung berpengaruh pada kinerja, Kinerja bagi wirausaha
merupakan tujuan yang ingin dicapai.
C. Analisis Keberhasilan
disimpulkan
sebagai berikut :
1. Kebutuhan Pokok
a. Sandang
Kebutuhan
sandang / pakaian beliau dan keluarganya terbilang memadai.
b. Pangan
Untuk
kebutuhan pangan, keluarga ini memiliki cara tersendiri untuk memenuhinya
dengan membuat makanan dirumah/ tidak beli diwarung nasi atau tempat makan,
untuk menghemat waktu dan mengembangkan kemampuan memasaknya.
c. Papan
Saat ini
beliau masih tinggal dirumah ibu mertuanya, dulu ia sempat mengontrak rumah
namun karena jarak yang terlalu jauh mereka kembali kerumah yang kini dibuatnya
usaha Anawfath Café.
d. Kesehatan
Untuk
kesehatan beliau dan keluarganya tidak memakai jasa asuransi apapun.
e. Pendidikan
Pendidikan
terakhir pemilik Anawfath Café ini adalah SMA ,tetapi ia memiliki cukup
pengalaman bekerja diberbagai tempat dan berbagai bidang pekerjaan.
2. Hutang Vs Kartu Kredit
Untuk
memulai usahanya ini pemilik memperoleh modal dari hasil kerja kerasnya selama
ia bekerja dan ditambah dengan pinjaman dari pihak lain .
3.
Manfaat untuk orang lain
Usaha ini
jelas memberikan manfaat untuk orang lain , salah satunya dengan membuka
lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang yang butuh pekerjaan dan
mengembangkan kemampuan wirausahanya.
4. Gaya Hidup
Gaya
hidup beliau bisa dibilang sangat sederhana, ramah, mudah bergaul dan mau
berbagi dengan siapapun yang kesulitan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dimana
ada kemauan, usaha, kerja keras dan berfikir maju maka segala kesulitan akan
menjadi kemudahan. Terbukti dengan kisah dari Bang Djaja yang dulunya susah
payah membuka usaha, sampai meminjam uang untuk modal usahanya, kini ia mampu
membuktikan ia mampu menjadi wirausaha yang sukses.
Hidup
sulit dan sangat sederhana tidak mematahkan semangatnya untuk berusaha, sampai
ia menjadi suksespun ia tetap menjadi Bang Djaja yang ramah dan bersahaja. Dari
gerobak kecil sampai menjadi warung yang cukup besar ia rai dengan kerja keras.
Berusaha memuaskan konsumennya dan tak henti pula ia berkreasi untuk
mengembangkan usahanya.
SARAN
Menumbuhkan
Jiwa dan Kompetisi Kewirausahaan
1.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Mungkin
kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan anak-anak yang
kaya karena mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa
seseorang menjadi pengusaha karena memang bapakibunya, kakek-neneknya, dan
sebagian besar keluarganya adlah keturunan pengusaha. Anggapan seperti ini
menurut hemat penulis merupakan pemikiran yang keliru. Tidak bisa dipungkiri
memang, ada banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha.
Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Mungkin hal ini terjadi karena
aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut
untuk menjadi pengusaha. Menjadi wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan
hak azasi semua kita. Jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan
pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha. Langkah awal yang
kita lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa
kewirausahaan di diri kita. Banyak cara yang dapat dilakukan misalnya:
1.
Melalui pendidikan formal. Kini berbagai lembaga pendidikan baik
menengah maupun tinggi menyajikan berbagai program atau paling tidak mata
kuliah kewirausahaan
2.
Melalui seminar-seminar kewirausahaan. Berbagai seminar
kewirausahaan seringkali diselenggarakan dengan mengundang pakar dan praktisi
kewirausahaan sehingga melalui media ini kita akan membangun jiwa kewirausahaan
di diri kita
3.
Melalui pelatihan. Berbagai simulasi usaha biasanya diberikan
melalui pelatihan baik yang dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar
ruangan outdoor). Melalui pelatihan ini, keberanian dan ketanggapan kita
terhadap dinamika perubahan linghkungan akan diuji dan selalu diperbaiki dan
dikembabngkan
4.
Otodidak. Melalui berbagai media kita bisa menumbuhkan semangat
berwirausaha. Misalnya melalui biografi pengusaha sukses (sucess story), media
televisi, radio majalah koran dan berbagai media yang dapat kita akses untuk
menumbuhkembangkan jiwa wirausaha yang ada di diri kita. Melalui berbagai media
tersebut ternyata setiap orang dapat mempelajari dan menumbuhkan jiwa
wirausaha. Pertanyaannya, aspek-aspek kejiwaan apa saja yang mencirikan bahwa
seseorang dikatakan memilki jiwa wirausaha ? Untuk membahas lebih lanjut
mengenai pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba membahas pendapat Suryana
(2003) bahwa orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
a.
Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
Percaya
diri dalam menentukan sesuatu, percaya diri dalam menjalankan sesuatu, percaya
diri bahwa kita dapat mengatasi berbagai resiko yang dihadapi merupakan faktor
yang mendasar yang harus dimiliki oleh wirausaha. Seseorang yang memiliki jiwa
wirausaha merasa yakin bahwa apa-apa yang diperbuatnya akan berhasil walaupun
akan menghadapi berbagai rintangan. Tidak selalu dihantui rasa takut akan
kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.
b.
Berinisiatif (energik dan percaya diri)
Menunggu
akan sesuatu yang tidak pasti merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh
seseorang yang memiliki jiwa wirausaha. Dalam menghadapi dinamisnya kehidupan
yang penuh dengan perubahan dan persoalan yang dihadapi, seorang wirausaha akan
selalu berusaha mencari jalan keluar. Mereka tidak ingin hidupnya digantungkan
pada lingkungan, sehingga akan terus berupaya mencari jalan keluarnya.
c.
Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
Berbagai
target demi mencapai sukses dalam kehidupan biasanya selalu dirancang oleh
seorang wirausaha. Satu demi satu targetnya terus mereka raih. Bila dihadapkan
pada kondisi gagal, mereka akan terus berupaya kembali memperbaiki kegagalan
yang dialaminya. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh seseorang yang
berjiwa entrepreneur menjadikannya pemicu untuk terus meraih sukses dalam
hidupnya. Bagi mereka masa depan adalah kesuksesan adalah keindahan yang harus
dicapai dalam hidupnya.
d.
Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil
resiko
dengan penuh perhitungan) Leadership atau kepemimpinan merupakan faktor kunci
menjadi wirausahawan sukses. Berani tampil ke depan menghadapi sesuatu yang
baru walaupun penuh resiko. Keberanian ini tentunya dilandasi perhitungan yang
rasional. Seorang yang takut untuk tampil memimpin dan selalu melemparkan
tanggung jawab kepada orang lain, akan sulit meraih sukses dalam berwirausaha.
Sifat-sifat tidak percaya diri, minder, malu yang berlebihan, takut salah dan
merasa rendah diri adalah sifat-sifat yang harus ditinggalkan dan dibuang
jauh-jauh dari diri kita apabila ingin meraih sukses dalam berwirausaha.
e. Suka
tantangan
Kita
mungkin sering membaca atau menyaksikan beberapa kasus mundurnya seorang
manajer atau eksekutif dari suatu perusahaan. apa yang menyebabkan mereka
hengkang dari perusahaannya dan meninggalkan kemapanan sebagai seorang manajer?
Sebagian dari mereka ternyata merasa jenuh terus menerus mengemban tugas rutin
yang entah kapan berakhirnya. Mereka membutuhkan kehidupan yang lebih dinamis
yang selama ini belim mereka dapatkan di perusahaan tempat mereka bekerja.
Akhirnya mereka menelusuri aktivitas seperti apakah yang dapat memuaskan
kebutuhan mereka akan tantangan ? “Berwirausaha” ternyata menjadi pilihan
sebagian besar manajer yang sengaja keluar dari kemapanannya di perusahaan.
Mengapa “wirausah ?” Ternyata begitu banyak variasi pekerjaan dan perubahan
yang sangat menantang dalam dunia wirausaha.
2.
Menumbuhkan Kompetensi Kewirausahaan
Wirausaha
yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu :
seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu
yang meliputi sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan
yang harus dimiliki :
a.
Managerial skill
Managerial
skill atau keterampilan manajerial merupakan bekal yang harus dimiliki
wirausaha. Seorang wirausahawan harus mampu menjalankan fungsi-fungsi
perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan agar usaha yang
dijalankannya dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Kemampuan menganalisis dan
mengembangkan pasar, kemampuan mengelola sumber daya manusia, material, uang,
fasilitas dan seluruh sumber daya perusahaan merupakan syarat mutlak untuk
menjadi wirausaha sukses. Secara garis besar ada dua cara untuk menumbuhkan
kemampuan manajerial, yaitu melalui jalur formal dan informal. Jalur formal
misalnya melalui jenjang lembaga pendidikan sekolah menengah kejuruan bisnis
dan manajemen atau melalui pendidikan tinggi misalnya departemen administrasi
niaga atau departemen manajemen yang tersebar berbagai perguruan tinggi baik
negeri maupun swasta. Jalur informal, misalnya melalui seminar, pelatihan dan
otodidak
serta
melalui pengalaman.
b.
Kemampuan untuk merumuskan tujuan
Kebijakan
dan strategi usaha merupakan landasan utama menuju wirausaha sukses. Tidak
mudah memang mendapatkan kemampuan ini. Kita harus akstra keras belajar dari
berbagai sumber dan terus belajar dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang
lain dalam berwirausaha.
c.
keterampilan memahami
Mengerti,
berkomunikasi dan berelasi Supel, mudah bergaul, simpati dan empati kepada
orang lain adalah modal keterampilan yang sangat mendukung kita menuju
keberhasilan usaha. Dengan keterampilan seperti ini, kita akan memiliki banyak
peluang dalam merintis dan mengembangkan usaha. Upaya yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan kemampuan ini misalnya denganmelatih diri diberbagai
organisasi, bergabung dengan klub-klub hobi dan melatih kepribadian kita agar
bertingkah laku mentenangkan bagi orang lain
d.
keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan
Sebagai
seorang wirausaha, kita seringkali dihadapkan pada kondisi ketidakpastian.
Berbagai permasalahan biasanya bermunculan pada situasi seperti ini. Wirausaha
dituntut untuk mampu menganalisis situasi dan merumuskan berbagai masalah untuk
dicarikan berbagai alternatif pemecahannya. Tidak mudah memang memilih
alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Agar tidak salah
menentukan alternatif, sebelum mengambil keputusan, wirausaha harus mampu
mengelola informasi sebagai bahan dasar pengambilan keputusan.
Keterampilan
memutuskan dapat kita pelajari dan kita bangun melalui berbagai cara. Selain
pendiudikan formal, pendidikan informal melalui pelatihan, simulasi dan berbagi
pengalaman dapat kita peroleh.
e.
keterampilan mengatur dan menggunakan waktu
Para
pakar psikologi mengatakan bahwa salah satu penyebab atau sumber stress adalah
ketidakmampuan seseorang dalam mengatur waktu dan pekerjaan. Ketidakmampuan
mengelola waktu membuat pekerjaan menjadi menumpuk atau tak kunjung selesai
sehingga membuat jiwanya gundah dan tidak tenang. Seorang wirausaha harus terus
belajar mengelola waktu. Keterampilan mengelola waktu dapat memperlancar
pelaksanaan pekerjaan dan rencana-rencana yang telah digariskan.
KUTIPAN
Memang
kegagalan merupakan cambuk untuk sebuah kesuksesan tapi dibalik kegagalan itu
pasti ada hikmahnya. Ada pepetah bilang “masih banyak jalan menuju
roma” kita memang harus selalu optimis dengan semuanya. Dalam
segala hal yang kita lakukan pasti ada ujian, cobaan dan tantangannya. Secara
tidak disadari itu merupakan musuh yang tidak kita ketahu darimana datangnya,
arahnya dan tujuanya tapi itu semua memang harus kita hadapi. Bila kita mampu
menghadapinya maka tunggulah kesuksesan telah menunggu. Tapi kita juga jangan
lupa berdoa karena dalam suatu hadis dikatakan “kejarlah akhiratmu maka dunia
akan mengejarmu”jadi dalam melakukan usaha apapun harus diimbangi dengan
keimanan.
Belum ada tanggapan untuk " MAKALAH KEWIRAUSAHAAN"
Posting Komentar