Ya negara Malaysia, begitu dekat
sebenarnya (bukan hanya teritorial) Indonesia dengan Malaysia, hanya
sepelemparan batu jaraknya dengan pantai Timur Sumatera (Malaysia
Barat-Semenanjung) dan bahkan Malaysia
Timur memang bagian dari Pulau Kalimantan;Indonesia. Tetapi kita Bangsa Indonesia kebanyakan hanya mengenal Malaysia sebagai negara
serumpun yang menjadi destinasi tenaga kerja Indonesia/TKI untuk mencari pekerjaan. Bahkan sebenarnya
banyak yang belum tahu bahwa Suku Melayu Malaysia berasal dari sub suku Melayu
di Pulau Sumetera (Riau, Aceh, Jambi, Palembang) atau minimal mengalami
asimilasi budaya antara Suku-suku di pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia,
dan juga bukan hanya suku-suku di pulau Sumatera, tetapi juga suku Bugis,
Banjar, dan lainya. Mungkin banyak yang mempertanyakan kapasitas saya sebagai
orang yang mengatakan kaitan suku di Malaysia dan Indonesia, bisa dibilang “sok
tau” karena memang saya jg bukan ahli antropologi jadi wajar pembaca blog ini
mungkin banyak yang mules membaca tulisan saya.he
Tapi entah mengapa saya begitu tertarik
membahas hal ini, karena saya begitu penasaran dengan istilah yang sering
digunakan di media-media yakni “negara serumpun”. Bahkan mungkin banyak yang
belum tahu juga Pendiri Kesultanan Malaka adalah Putra Mahkota Kerajaan
Sriwijaya yang desersi dari Palembang, lalu ke Tumasik (Singapura) dan sampai
ke Semenanjung Malaya dan mendirikan Kesultanan Malaka. Woww, saya langsung connect
mungkin salah satu alasan kenapa
Bahasa Palembang itu mirip-mirip dengan logat Melayu, hanya bedanya kalau d
Malaysia diakhiri dengan “e” dan Palembang
dengan “o” , dan setelah saya telusuri lagi memang sewaktu Sriwijaya
berkuasa bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa Perdagangan yang digunakan
secara meluas, perihal logat dan perbedaan lainya tergantung pada kondisi
daerah masing-masing.
Lalu
sebegitu pentingkah kita mengetahui tentang hal ini?
Menurut saya tergantung persepsi
masing-masing, tapi sebenaranya saya ingin menunjukan bahwa begitu erat kaitan
sejarah kita dengan negara-negara tetangga, sejarah bisa dijadikan ibroh bagi
kita untuk bagai mana bertindak hari ini, dan berencana untuk kedepan dan semua
itu berawal dari refleksi pengalaman masa lalu. Dengan mengetahui bahwa kita
punya kaitan dengan Bangsa lain maka minimal kita tidak akan kikuk, kita tidak
akan “norak” menghadapi perbedaan. Dan efek bagusnya lagi kita bisa mengasah
intelejensi kita dan men charge isi kepala kita dengan
pengetahuan-pengetahuan yang bermanfaat.
Cukup sekian dan terimakasih!
Udah gitu aja? Hehe iya mau
nambah-nambah referensi nih, malu juga ga adacatatan kaki/sumber :D ( males;p)
19-12-2016, Bandar lampung

Belum ada tanggapan untuk "What? Kita Serumpun dengan Bangsa Malaysia?"
Posting Komentar