Saya tertegun melihat dan sedikit
mengamati geliat aksi solidaritas beberapa elemen masyarakat (mahasiswa, LSM
dll) atas beberapa prahara yang terjadi
di dunia belakangan ini, terutama isu-isu sensitif tentang Suriah, Palestina
sampai krisis Rohingya. Kebanyakan umat muslim di Indonesia seperti begitu
paham atas masalah-masalah diatas, dengan alasan Agama saja kita bisa begitu geram
sampai marah atas segala sesuatu yang menimpa saudara sesama muslim kita di
belahan dunia lain sana. Bahkan banyak aksi-aksi solidaritas untuk mereka yang
mengalami perang saudara di Suriah, rakyat palestina yang setiap harinya
dibawah bayang-bayang kekejaman Zionis Israel
sampai warga muslim Rohinya di Myanmar yang mengalami penindasan oleh
pemerintah Myanmar. Mulai dari aksi damai sampai bantuan kemanusiaan digalakkan
setiap hari sebagai bentuk solidaritas kita sebagai sesama Muslim.
Berbicara solidaritas bagi sesama
sampai menyumbangkan kebutuhan pokok dan obat-obatan bagi umat yang membutuhkan
adalah suatu hal yang sangat mulia, tidak ada yang menafikan bahwa uluran
tangan-tangan malaikat akan sangat membantu mereka yang sekarang dalam
kesusahan. Akan tetapi ada satu hal yang menjadi pertanyaan, yang mungkin ada
banyak orang yang ingin mencari tahu dan menanyakan juga, yang sebenarnya tidak
sampai hati ingin mempertanyakan (mungkin takut dibilang antek zionis, antek
mamarika dan emmm sudahlah) , begitu besar perhatian kita terhadap meraka yang
nun jauh disana? Bandingkan kalau mau agak kasar, ngapain kita jauh2 ngebantu
yang disana? Lha wong di Indonesia saja masih banyak rakyat yang membutuhkan
pertolongan kita, coba tengok nasib rakyat miskin dan gelandangan yang tinggal
di kolong jembatan kota-kota besar Indonesia? Atau bagaimana sulitnya ketersediaan
air di beberapa wilayah di Indonesia? Bagaimana suramnya potret keadaaan sosial-ekonomi-pendidikan
di Indonesia?
Ya mungkin banyak yang akan berfikir
begitu dangkalnya pemikiran saya, akan tetapi
titik tekan sebenarnya adalah bagaimana seharusnya solidaritas itu
ditempatkan proporsional dan efektif.
“ngapain jauh-jauh ke Suriah kalau
tetangga depan rumah mau makan aja susah!”
Think again





Belum ada tanggapan untuk "Solidaritas (semu) orang Indonesia"
Posting Komentar